“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kecemasan, kesedihan, kelemahan, kemalasan, juga dari lilitan utang dan paksaan orang” (HR. Bukhari Muslim).
Seorang direktur muda sepulang dari kantor dimana ia bekerja ditempatnya yang baru kelihatan sedih dan kurang bersemangat, sambil berujar kepada saudaranya ia berkata bagaimana tidak sedih dan cemas saat ini dimana tempat kami bekerja di perusahaan semua karyawan semangatnya turun, kedisiplinan tidak lagi di hindahkan, datang selalu terlambat, banyak status karyawan kontrak yang tidak jelas, banyak utang-utang perusahaan dan gaji karyawan yang belum dibayar, banyak manager yang nyambi kerja diluar, dari cerita salah seorang serikat pekerjanya bilang sebelum bapak masuk disini pimpinan tidak mau tau dengan nasib dan keadaan kami, masak dalam perusahaan sulit direksi malah membeli mobil dinas baru dan mewah lagi dan masih banyak segudang permasalahan yang hingga kini belum selesai dan masih berjalan.
Cobalah kamu pergi kedapur kata saudaraku dan ambil tiga cawan dan isilah dengan air lalu rebuslah air yang ada di ketiga cawan tersebut. Cawan kesatu isilah dengan roti tawar, cawan kedua isilah dengan telur dan cawan ketiga isilah dengan kopi. Setelah direbus beberapa saat lalu angkatlah isi dan lihatlah, cawan satu berisi roti tawar kelihatan lemas … apakah kamu akan lemas seperti roti itu yang tidak berdaya, cawan kedua berisi telur rebus diluar keras (kulitnya) tetapi dalamnya (isi telur) lembek … apakah kamu hanya seperti telur yang kelihatan kuat diluar tetapi sebenarnya didalam kamu lemah, lalu coba lihat cawan yang ketiga saat air dan kopi hitam kamu campurkan saat itu diminum kurang enak dan pahit tetapi cobalah kamu tambahi sedikit gula niscaya akan menjadi minuman yang hangat dan enak rasanya.
Coba renungkan minuman kopi terdiri tiga unsur air, kopi dan gula seandainya kamu minum satu persatu rasanya kurang enak tetapi setelah kamu sedu bersama menjadi beda dan nikmat, apalagi kalau ketiga nya disajikan dengan tepat roti tawar, telur dan minuman kopi niscaya menjadi menu sarapan pagi yang enak dan luar biasa nikmatnya.
Setelah mendengar nasihat dari saudaranya si direktur tersebut kelihatan berubah dan semangatnya timbul untuk membangun perusahan kembali dengan semangat baru dan optimis kedepan dengan keyakinan insya allah perusahaan akan lebih baik. Semangat dan optimisme harus dibangun dengan rasa saling percaya dan cara-cara yang baik seperti dalam firmannya Allah SWT :
“Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk”. (QS. 16 An-Nahl 125)
Banyak orang menuntut terjadinya perubahan dalam diri dan lingkungan dalam hidupnya tetapi tidak dimulai dari dirinya, inilah awal dari tidak terjadinya perubahan. Kalau ingin perubahan mulailah dari diri sendiri baru mengatur orang lain, apabila semua karyawan menginginkan perubahan terjadi di perusahaan dimana anda bekerja menjadi lebih baik dan profesional maka langkah pertama adalah menjadi perubahan itu yaitu menjadi sebuah pribadi yang profesional dan karyawan yang mau berubah. Begitu sebaliknya apabila anda menghendaki dan menginginkan kontribusi yang lebih besar dari perusahaan, maka jadilah anda yang kontribusinya besar terhadap kesejahteraan perusahaan.
Komentar Terakhir