Sejajar Tugu Monas
Di Indonesia, terdapat banyak sekali peninggalan – peninggalan dan tugu bersejarah. Salah satunya yaitu yang ada di Kota Pahlawan kita, Surabaya. Yang pastinya kalian sudah tahu bukan, yaitu Monumen 10 Sepuluh dan Tugu pahlawan. Edisi kali ini kita akan membahas mengenai apa saja yang ada di monumen kebanggaan warga Surabaya ini. Berikut ulasannya.
Sebelum tahun 2000, banyak sebagian orang mengenal Tugu Pahlawan hanya sebagai salah satu Tugu peninggalan sejarah. Tugu yang berdiri kokoh di sekitar Jl. Pahlawan ini, dulunya merupakan simbol perlawanan gigih Arek – Arek Suroboyo melawan penjajah. Namun seiring perkembangan, pada awal tahun 2000, Tugu Pahlawan ini difungsikan sebagai monumen sejarah kota Surabaya.
Perlu kalian ketahui, jika Tugu Pahlawan saat ini banyak mengalami perubahan. Tugu yang didirikan pada 10 November 1951 oleh Presiden Soekarno pada masa Walikota Doel Arnowo ini kini sudah bisa disejajarkan dengan Tugu Monas Jakarta. Wah hebat ya,,,,
Di dalam Tugu berbentuk paku terbalik ini memiliki tinggi sekitar 40,5 meter dan terdapat pula sebuah musium, bernama Musium 10 November. Di bangun sejak 1998 dan diresmikan pada tahun 2000, musium ini menyimpan bermacam koleksi sejarah. Salah satunya ialah peta yang menggambarkan invasi tertara Tar- Tar ke Hujung galuh (Sebutan Surabaya pada masa kerajaan Singosari), gambar serangan balik Raden Wijaya menghalau tentara Tar –Tar serta ekspedisi Cina ke Surabaya.
Selain itu di musium yang dibangun dengan bentuk arsitektur piramida ini juga menyimpan berbagai jenis senjata yang digunakan dalam pertempuran 10 November yang kemudian mempopulerkan nama Bung Tomo.
Musium yang memiliki dua lantai ini terdapat pula peninggalan radio milik Bung Tomo dan beragam bendera laskar pejuang Surabaya ketika itu. Sebut saja yaitu Bataljon Wirapati, Bataljon Oentoeng Suropati dan Bendera Pemberontakan Poesat Djawa Timoer. Wah,,,,wah,,,,
Oh iya, di Musium 10 November juga terdapat Patung Sosiodirama, pastinya kalian sudah tahu bukan apa itu Patung Sosiodirama, yang menggambarkan suasana reaksi Arek – Arek Suroboyo ketika mendengar pidato Bung Tomo, yang terletak di lantai satu.
Bagi kalian yang ingin menyaksikan bagaimana Arek – Arek Suroboyo mengadakan perlawanan dengan penjajah, kalian bisa menuju ruang Auditorium Visual yang berada di dalam Musium 10 November.
Selain itu juga ada Ruang Diorama Elektronik yang menyajikan film dokumenter perjuangan 10 November dengan peta maket Surabaya di tahun 1945. Agar tampak kita seolah – olah berada di tengah – tengah pertempuran 10 November, di dalam Ruang Diorama dilengkapi sistem pencahayaan dan asap sesuai arah dan lokasi kejadian serangan.
Sedikit informasi buat kalian, bahwa sebelum dibangunnya Tugu pahlawan, di areal ini dulunya berdiri Kantor Raad Van Justitie atau Gedung Pengadilan Tinggi di masa penjajahan Belanda. Kemudian gedung ini hancur saat terjadi pertempuran 10 November 1945 yang kemudian di bangun menjadi Tugu pahlawan.
Bagaimana, hebat bukan peninggalan sejarah yang ada di kota kita yang tercinta ini yang nggak kalah bagusnya dengan Tugu Monas yang ada di Jakarta. Maka dari itu, kita sebagai penerus dari perjuangan mereka, setidaknya kita harus dapat menjaga dan menghargai peninggalan yang telah diberikan oleh para pejuang kita terdahulu. So,Keep and save Suarabaya History. Janna
Komentar Terakhir