aku bukan penulis

Menulis bukan berarti kita penulis

Ta’aruf 3 Februari 2009

Bangga Ketika Kalah

Saat ini hampir sebagian banyak orang perhatiannya ditujukan pada hingar bingarnya perhelatan sepak bola “Euro 2008” ada sebagian bilang “demam sepak bola” dan ada yang bilang “gila bola” orang lain bilang “sampe tak belani lek-lekan, lha po mikirin pekerjaaan sesok yo sesok, ngantuk urusan mburi itulah gambarang kalau orang sudah “keranjingan bola”, urusan lain ditinggalkan atau diabaikan tetapi ada juga yang menanggapi wajar wajar saja ada pula yang mengatakan “aku nggak ngaboti nonton bola ra kuat ngantuke mending turu ae” Memang gambaran kehidupan ini tidak beda jauh dengan permainan sepak bola, ada yang ambisi ada yang biasa, ada pihak yang menang dan ada yang kalah, ada upaya dan usaha, ada perjuangan. Ada awal dan ada akhir.

Persaingan dan kompetisi membawa vitalitas dalam kehidupan, meskipun terkadang diwarnai dengan kecurang-kecurangan, penjegalan tetapi juga ada perdamaian dan persahabatan, ada yang naik ada yang turun, ada yang diberhentikan dari jabatan tetapi ada juga yang dipromosikan, ada yang sakit tetapi ada juga yang sembuh itulah yang membuat hidup ini memjadi bergairah sehingga bangun pagi menjadi lebih bersemangat dan hidup berasa lebih hidup. Agar hidup tetap terjaga maka kita harus dapat menguasai diri kita sendiri sebelum menguasai oranga lain. David Maraniss menulis dalam bukunya “Be proud and unbending in defeat, yet bumble and gentle in vaictory” yang kira-kira artinya Banggalah ketika kalah dan rendah hatilah ketika Anda menang.

Menang dan kalah pasti terjadi dalam suatu permaian atau pertandingan, begitu juga dalam kehidupan didunia ini yang banyak dipengaruhi nafsu, yang peting adalah bagaimana cara kita memperoleh kemenangan itu. Apakah kemenangan yang kita peroleh itu sudah dilakukan dengan cara-cara yang benar menurut agama, atau sebaliknya kemenangan yang kita dapatkan justru dengan menjilat atasan, menindas bawahan, membohongi teman sendiri, menfitnah saudara, mengingkari janji, menyuap pejabat, serta menghalalkan segala cara, na’udzubillah.

“Dan Tiadalah kehidupan dunia ini melainkan senda gurau dan main-main. dan Sesungguhnya akhirat Itulah yang sebenarnya kehidupan, kalau mereka mengetahui” (29 QS Al-Ankabuut 64)

 

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.